Ia mengatakan kegiatan tersebut dilakukan setiap pagi untuk memastikan kondisi bangunan tetap terawat.
“Setiap pagi hari kita bersihkan terus, karena bagaimanapun sudah menjadi cagar budaya,” tambahnya.
Dalam menjalankan tugas perawatan, Mursyid mengatakan tidak menemukan kendala berarti. Kondisi bangunan hingga kini dinilai aman dan tetap dapat dirawat sebagaimana mestinya.
“Kalau kendalanya sih tidak ada, aman saja,” ucapnya.
Keberadaan Water Reservoir Anno 1928 di Jalan Gunung Jati menjadi bagian dari jejak sejarah sistem penyediaan air di Kendari. Tulisan “Anno 1928” pada bangunan tersebut sekaligus menandai usia fasilitas yang telah berdiri sejak masa pemerintahan kolonial Belanda.
