"Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, BNNP Sulawesi Tenggara telah membentuk penggiat anti narkoba sebanyak 80 orang, terdiri dari lingkungan swasta dan masyarakat," tambahnya.

Selain itu, telah dilaksanakan deteksi dini narkoba dari Januari sampai Oktober 2022 sebanyak 1.038 orang yang terdiri dari ASN, TNI, swasta, masyarakat dan mahasiswa.  

Baca Juga: Rumah Kos Milik Bos Judi Online di Medan Disita Polisi, Penghuni Heran

Sampai dengan Juni 2022 BNNP Sulawesi Tenggara dan BNNK jajaran telah memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan kepada 207 orang klien.

BNNP Sulawesi Tenggara sebanyak 66 klien, BNNK Kendari sebanyak 37 klien, BNNK Kolaka 50 klien dan BNNK Baubau sebanyak 29 klien.