"Kita sudah pertanyakan di KPH, alasannya keterbatasan anggaran. Bila begitu modelnya, berarti sama saja ini dilakukan pembiaran. Kasihan, beberapa tahun ke depan, masyarakat akan susah mendapatkan air bersih. Jompi pasti kering," ungkapnya.
Direktur PDAM Tirta Sugi Laende, Muhamad Nurhayat Fariki mengaku, saat ini debit air di Jompi sudah berkurang. Akibat gundulnya hutan Warangga, setiap musim hujan, air menjadi keruh.
"Bila hutan Warangga dibiarkan semakin gundul, debit air semakin berkurang, bahkan bisa kering," ujarnya.
Sementara itu, Kabag TU KPH Unit VI Pulau Muna, Dony Daselva menerangkan, untuk mengusir masyarakat yang melakukan pematokan di Warangga terkendala pada personil dan anggaran.
Baca Juga: Camat di Muna Tak Akan Keluarkan Rekomendasi Pergantian Perangkat Desa
