Petani sekaligus pengusaha komoditi hasil perkebunan ini mengungkapkan, harga komoditi pertanian, terutama di Desa Lambodi Jaya dan sekitarnya, harga produk unggulan kopra di tingkat pengepul dari harga sebesar Rp 12.000/kg, turun drastis di kisaran Rp 5.800/kg sampai Rp 6.000/kg. Lalu, harga tempurung kelapa dari harga Rp 1.200/kg menjadi Rp 400/kg. Kemudian, harga arang tempurung dari Rp 7.500/kg anjlok menjadi Rp 3.200/kg.
Hal senada diungkapkan oleh petani lainnya, I Made Gita. Selain menyorot hal itu, pria berusia 50 tahun ini berharap pemerintah dapat memperjuangkan harga-harga komoditi pertanian agar lebih sepadan.
Baca Juga: Laksanakan Rekomendasi, KASN Apresiasi Pj Bupati Muna Barat
Selain itu, pemerintah diminta memperhatikan kondisi jalan provinsi antara Desa Lapoa hingga Desa Pinanggo yang telah lama tidak tersentuh pengaspalan.
“Ini adalah salah satu penyebab enggannya pedagang besar masuk ke daerah kami. Karena mobilisasi yang tinggi, truk kontainer tidak bisa masuk," tegas I Wayan seraya menambahkan, terdapat sekira 425 KK petani di daerah mereka. (B)
