Wahid mengakui bahwa ketika masuk dalam Komunitas Pustaka Kabanti, ia mulai memahami literasi secara umum dan lebih luas lagi, dengan diperkuat mengikuti beberapa kegiatan literasi baik di Kendari maupun Makassar.

Baca Juga: THR PNS dan CPNS di Wakatobi Segera Cair 25 April

"Di sini pemahaman literasi saya sudah mulai luas, tidak seperti awal yang hanya sekedar ke Gie-Gie-an," ucapnya.

Sehingga, dengan bekal-bekal ilmu yang ia dapatkan selama menjadi mahasiswa, maka saat ini ia beserta kawannya yang juga anggota Pustaka Kabanti Kendari, berhasil membangun Pustaka Barakati Mubar. Harapannya, dengan adanya ini masyarakat atau kaum muda tertarik dengan dunia literasi.

Saat ini kaum muda lebih banyak memilih menggunakan gawai daripada membaca buku, di mana gawai sebenarnya merupakan salah satu perangkat literasi, tepatnya perangkat literasi digital dan sangat mudah diakses. Terdapat banyak pengetahuan di dalamnya. Harapannya dengan penggunaan gawai ini, kaum muda dapat memanfaatkannya dalam hal  positif. Tetapi mengais pengetahuan itu lebih baik melalui buku cetak.