Tempo juga melakukan sikap terpuji. Protes Debbie dimuatnya sebagai surat pembaca, walau Tempo tak memberi komentar apapun.
Baca juga: Jurnalisme Sastrawi: Bayi Milik Hutan
PERSOALANNYA, sejauh mana pencantuman identitas Soewondo relevan dalam laporan Dharmasaputra? Dalam pengalaman saya, dan juga banyak wartawan lain, seringkali dampak sebuah berita muncul di luar dugaan, menyalahi logika sederhana milik kebanyakan wartawan, hanya gara-gara keterangan tambahan.
Membubuhkan profiling (penyosokan) yang relevan, membutuhkan pemikiran dan standar baku dalam penulisannya. Atribusi yang relevan membantu publik memahami persoalan dengan lengkap. Namun atribusi yang tak relevan justru menciptakan kesan bahwa kesalahan seseorang terkait dengan identitasnya, entah itu suku, agama, ras atau bahasa.
Saya berasal dari Kendari dan bekerja sebagai wartawan di Kendari. Pada Agustus 2001 dua harian milik Kelompok Jawa Pos, Kendari Ekspres dan Kendari Pos, menurunkan berita tentang penganiayaan terhadap tiga gadis muda yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di bengkel Citra Nusa Motor. Nama ketiga gadis itu Diyoba, Siti dan Nahima. Pelakunya seorang ibu rumah tangga, majikan mereka, yang diduga seorang Indonesia keturunan Cina. Dugaan muncul karena mereka pemilik bengkel.
