WAKATOBI, TELISIK.ID – Pergantian kapal yang menghubungkan Wakatobi dengan daerah lain, dari Kapal Sabuk Nusantara 44 ke KM Latih Barombong, menuai protes masyarakat setempat.

Keluhan utama adalah ukuran KM Latih Barombong yang dinilai terlalu kecil dan tidak memadai untuk kondisi cuaca dan ombak besar di perairan Wakatobi.

Sabuk Nusantara 44, yang sebelumnya melayani rute Wakatobi dengan kapasitas besar, kini dipindahkan ke pangkalan Ambon. Kapal tersebut digantikan oleh KM Latih Barombong yang memiliki kapasitas jauh lebih kecil.

Menurut Dewa, Anak Buah Kapal (ABK) Sabuk Nusantara 44, keputusan ini diambil oleh pusat, meski banyak masyarakat yang merasa dirugikan.

Baca Juga: Polemik PT GKP: Kadis ESDM Sultra Dituding Lecehkan Putusan Mahkamah Agung