Sebelumnya, masyarakat Kolaka Timur pernah melakukan demo dan blokade jalan di Kecamatan Ladongi  sebagai bentuk kekecewaan atas lambatnya Pemerintah Daerah Kolaka Timur mengatasi jalan rusak ini.

Baca Juga: Ratusan Perempuan di Kolaka Utara Pilih Menjanda

Aksi blokade juga diwarnai dengan bakar ban serta orasi secara bergantian, mereka menyampaikan bahwa pemerintah hanya tutup mata terhadap kerusakan jalan poros Ladongi-Lambandia ini.

Salah seorang orator juga menyampaikan, meskinya sebagai pemerintah daerah yang baru, Plt Bupati Kolaka Timur sekiranya dapat membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kasihan masyarakat, kenapa persoalan kerusakan jalan ini tidak bisa diselesaikan. Jangan nanti ada maunya lagi di Pilcaleg atau di Pilkada 2024 baru mau datang cari-cari muka lagi kepada masyarakat,” ucap salah seorang orator kesal. (B)