Tempat yang sama, Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara, Andap Budhi Revianto mengatakan, pihaknya mengusahakan anggaran untuk bantuan dampak kekeringan akibat elnino, akan tetapi ia masih mendiskusikan bersama tim anggaran tentang berapa budget yang bakal dianggarkan untuk hal tersebut.
Baca Juga: Fenomena El Nino Diprediksi hingga Februari 2024, BMKG Imbau Waspada Kekeringan
Forecaster Senior Badan Klimatologi Sulawesi Tenggara, Siti Risnayah melaporkan data terakhir, ada sekitar 40 titik panas di Sulawesi Tenggara dengan tingkat kepercayaan yang berbeda-beda. Titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi sendiri ada enam titik yang berada di Kolaka Timur, Bombana, Muna dan Buton Selatan.
Ia memperkirakan elnino bakal terjadi sampai tahun depan, puncaknya diprediksi berada pada Desember 2023 dan bakal mulai menurun hingga Maret 2024.
Kata Risnayah, efek kekeringan akibat badai elnino dapat melemah ketika angin monsun masuk di wilayah Sulawesi Tenggara. Hal tersebut karena kekuatan angin monsun asia bisa melemahkan kekuatan badai elnino. (A)
