KENDARI, TELISIK.ID - Keluarga korban dugaan malpraktik di Rumah Sakit (RS) Hermina menyebut, ada kejanggalan yang terjadi pada operasi yang menelan korban jiwa.

Hal ini disampaikan saat RDP di DPRD Sulawesi Tenggara bersama pihak RS Hermina, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Sulawesi Tenggara dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Tenggara.

Keluarga korban, saat menceritakan kronologi penyebab korban meninggal mengatakan, oknum dokter mengetahui pasien akan mengalami pendarahan sehingga operasi harus dipersiapkan darah.

Baca Juga: PT Marketindo Selaras Dilapor Kejati Sulawesi Tenggara, Diduga Kelola Lahan secara Ilegal

"Nah dengan adanya fakta demikian, saya ingin mengambil kesimpulan dengan asumsi saya bahwa adanya keberanian melakukan operasi tanpa darah, anak saya dijadikan bahan percobaan apakah berhasil operasi ini tanpa darah, ini adalah uji coba karena dia sudah tahu harus pakai darah," beber Hanisa,  Senin (25/9/2023).