“Tetapi, penyerapan Rp 1,3 triliun ini yang juga kita amati perbulannya akan sekitar tambahan Rp1 triliun, memberikan dampak kepada 13 juta usaha mikro atau UMKM dengan outstanding pinjaman sebesar Rp 204 triliun,” ujarnya.
Menteri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Teten Masduki menjelaskan, program bantuan produktif usaha mikro akan diberikan kepada 12 juta pelaku usaha mikro sebesar Rp 2,4 juta.
“Tahap awal kita sudah dialokasikan untuk 9,1 juta penerima dengan total anggaran Rp 22 triliun,” ujar Menteri KUKM.
Latar belakan pemberian bantuan ini menurut Teten, karena pandemi COVID-19 memberikan dampak yang serius kepada UMKM dari sisi pembiayaan, produksi, distribusi, dan dari permintaan/dari market.
