YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera menyimpan kerawanan tersendiri. Terutama terhadap ancaman gempa bumi.
Hal itu karena posisi wilayah Indonesia yang berada pada jalur cincin api dunia (ring of fire). Untuk itu, diperlukan bahan bangunan tahan gempa.
Berkaitan hal itu, sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) lantas membuat batu bata tahan gempa dari bahan yang tidak terpakai. Yaitu, ampas tebu, limbah pabrik gula Madukismo Bantul Yogyakarta.
Mereka adalah Rania Nova Dechandra (Prodi Matematika), Siti Vera Lestari dan Wahyuni Eka Maryati (Prodi Pendidikan Matematika).
Menurut Rania Nova Dechandra, mereka memilih abu ampas tebu (AAT) sebagai bahan batu bata tahan gempa karena selain jumlahnya yang cukup melimpah, AAT dipilih sebagai bahan pembuatan batu bata karena mengandung SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, K2O, Na2O, MgO, dan P2O5 yang berpotensi untuk digunakan sebagai bahan pengganti semen.
