"Selaku pimpinan, kebijakan seperti ini memang problem yang sangat berat. Tapi ingatlah, tidak ada sedikitpun niat dalam hati untuk membenci kalian," terangnya.
Pernyataan serupa disampaikan Wakil Bupati Kolaka Utara, Abbas saat menyampaikan sambutannya.
"Tidak ada yang abadi di dunia ini, semua akan ditinggalkan termasuk pangkat dan jabatan. Olehnya itu, dengan berakhirnya masa jabatan kami, mungkin ada yang bersedih dan mungkin juga gembira dan itu manusiawi," imbuhnya.
Wabup juga meminta, jika sekiranya selama ia memimpin bersama Bupati Kolaka Utara, ada kesalahan baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan agar kiranya dimaafkan.
Baca Juga: Beri Pelatihan untuk Pemilu 2024, KPU Jawa Timur Kerahkan Petugas Khusus ke Pemilih Disabilitas
