"Dengan ditandainya peletakan batu pertama, kami berharap fondasi masjid tersebut telah selesai dibangun sebelum puasa," pungkasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat, Bahri mengatakan, sebenarnya kebutuhan lahan itu untuk penyelesaian kemacetan jalan yang sering terjadi ketika jadwal pasar Matakidi dilaksanakan, sehingga pemerintah daerah mencari alternatif bagi penempatan lahan parkir kendaraan.
Sehingga ditemukan tanah atau lahan tersebut yang dilaporkan oleh Camat Barangka bekas pasar Matakidi, namun pada saat itu bermasalah atau bersengketa, sehingga pemerintah daerah berinisiatif untuk membebaskan lahan tersebut.
"Awalnya untuk tempat parkir, tapi setelah berjalan permintaan tokoh masyarakat untuk dibangunkan masjid, sehingga persoalan macet jalan, kendaraan yang ke pasar Matakidi dapat parkir di lahan masjid," ungkap Bahri, Senin (6/3/2023).
Baca Juga: Tak Hanya Sekolah, Pemprov Nusa Tenggara Timur Juga Atur Jam Masuk ASN Dinas Pendidikan
