SURABAYA, TELISIK.ID - Tingginya angka perceraian di Bojonegoro menjadi sorotan publik di Jawa Timur. Faktor ekonomi menjadi salah satu masalah utama yang menjadi penyebab tingginya angka perceraian di wilayah tersebut.

Menurut anggota DPRD Jawa Timur Nur Azis mengatakan, faktor pendidikan dan ekonomi memang bagian penyebab tingginya angka perceraian di wilayah tersebut.

"Namun meski demikian, harus dicari dulu penyebabnya dan pemerintah harus membantu penyelesaiannya. Pemerintah harus hadir di dalamnya," jelasnya, Minggu (16/7/2023).

Politisi PKB ini mengatakan, ada beberapa cara kehadiran pemerintah dalam upaya menekan tingginya angka perceraian di Bojonegoro, antara lain peningkatan penyuluhan dan bimbingan pra nikah. Di samping itu, perlu digalakkan penyuluhan di majelis taklim dan lembaga pemerintahan terkait upaya membina keluarga SAMAWA," sambungnya.

Baca Juga: Angka Perceraian di Sulawesi Tenggara Capai 2.639 Kasus, Kendari Terbanyak