KENDARI, TELISIK.ID - Berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW, ada lima orang yang dikatakan mati syahid.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari, no. 2829 dan Muslim, no. 1914).
Mengutip Islampos.com, syahid secara bahasa artinya bersaksi atau hadir. Istilah ini umumnya digunakan untuk menyebut orang yang meninggal di medan jihad dalam rangka membela agama Allah.
Dari Jabir bin ‘Atik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Orang-orang yang mati syahid yang selain terbunuh di jalan Allah ‘azza wa jalla itu ada tujuh orang, yaitu korban wabah adalah syahid; mati tenggelam (ketika melakukan safar dalam rangka ketaatan) adalah syahid; yang punya luka pada lambung lalu mati, matinya adalah syahid; mati karena penyakit perut adalah syahid; korban kebakaran adalah syahid; yang mati tertimpa reruntuhan adalah syahid; dan seorang wanita yang meninggal karena melahirkan (dalam keadaan nifas atau dalam keadaan bayi masih dalam perutnya) adalah syahid.” (HR. Abu Daud, no. 3111. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini shahih. Lihat keterangan ‘Aun Al-Ma’bud, 8: 275).
Baca Juga: Masya Allah, Inilah 7 Manfaat Gerakan Salat untuk Kesehatan
