Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Watunohu, Ida (35) yang bermukim di Kelurahan Batu Putih sejak tahun 2019 sampai 2020 merasakan sulitnya air bersih di wilayah itu.

"Pagi-pagi atau sore hari kita ke sungai naik motor angkut air menggunakan galong. Mencucinya juga di sungai karena hemat air. Kalau musim hujan, kita menampung air di bak luar rumah itu hanya untuk  keperluan mandi dan mencuci. Kalau masak pake air galon. Pokoknya air sulit sekali," kenangnya.

Baca Juga: Kolaborasi Eksekutif Legislatif Tetapkan 5 Raperda untuk Kemaslahatan Masyarakat Kolaka Utara

Terkait masalah tersebut, Ketua Fraksi PKB, DPRD Kolaka Utara, Muhammad Syair mengungkapkan, pihaknya telah menyampaikan hal itu ke pemerintah agar menjadi program prioritas yang mesti dipenuhi ke depan.

"Di Batu Putih memang hampir semua desa kesulitan air bersih. Sudah sering warga adukan ke kami dan kondisi ini telah berlangsung berahun-tahun. Tahun ini kami kembali sampaikan ke pemda agar diperhatikan, karena menyangkut pelayanan dasar," tukasnya.