BOMBANA, TELISIK.ID - Menghadapi masa pandemi COVID-19, sejumlah nelayan di Kabupten Bombana terpaksa harus bertahan hidup dengan cara saling berbagi tangkapan ikan guna menutupi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu nelayan, Kamarudin, kepada Telisik.id mengatakan, selama empat bulan virus corona berkembang menjadi wabah mematikan di seantero dunia, sangat mengubah banyak hal dan merambah kehidupan ekonomi masyarakat kecil.

Termasuk para nelayan di Desa Terapung Kecamatan Poleang Tenggara Bombana, yang kesehariannya menggantungkan segala kebutuhannya dari kekayaan laut. Namun dampak negatif itu mulai dirasakan oleh nelayan di seluruh kawasan pesisir.

"Dampak pandemi COVID-19 yang paling dirasakan nelayan yaitu harga ikan yang turun drastis mencapai 40 persen. Hal ini tidak sebanding dengan tenaga dan biaya operasional yang dikeluarkan saat melaut," ujar Kamarudin.

Baca juga: Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi Lalu Dilepas, Korban Merasa Terancam