"Perdana Menteri Israel dapat memberi tahu Anda dengan tegas, kami semua bersedia menjamin keamanan Israel dalam konteks Israel mengakhiri pendudukan dan mengizinkan munculnya negara Palestina," ujarnya di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.
Baca Juga: Putin Izinkan Tentaranya Segera Gunakan Senjata Nuklir
Meskipun ada tawaran untuk dialog, Netanyahu terus menolak solusi dua negara, yang dianggap banyak pihak sebagai jalan keluar dari konflik berkepanjangan. Sementara itu, serangan Israel terhadap Lebanon yang sedang berlangsung telah mengakibatkan lebih dari 1.000 orang tewas dan sekitar satu juta orang mengungsi.
Di tengah konflik ini, ketegangan regional semakin meningkat dengan laporan bahwa Iran telah meluncurkan serangan balasan terhadap Israel setelah pembunuhan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah. Pernyataan Mizrachi yang mengincar Yordania sebagai target berikutnya menambah kekhawatiran bahwa Netanyahu mungkin merencanakan operasi militer lebih lanjut di negara Arab lainnya.
Yordania, yang menandatangani perjanjian damai dengan Israel pada tahun 1994, kini menghadapi ketegangan yang semakin meningkat akibat tindakan militer Israel, terutama yang berkaitan dengan wilayah Palestina. Komunitas internasional, termasuk China, menyerukan deeskalasi di Dewan Keamanan PBB untuk mencegah konflik lebih lanjut di kawasan tersebut. (C)
