"Setelah saya selidiki ternyata persoalan keuangan, tidak membayar, kan malu," ungkapnya.
Menerima informasi tersebut, Ketua DPD Golkar Kendari itu menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang mengabaikan pengadaan logistik cuci darah, sehingga bisa mengancam nyawa pasien hingga memicu kematian.
"Kita sudah terjadwal, kalau satu hari kita tidak cuci darah kita bisa sesak nafas bahkan bisa meninggal dunia," kesal Hikman.
Baca Juga : Ibu Kota Bombana Tercemari Sampah Plastik
Bahkan Hikman telah mencoba menghubungi Direktur RS Bahteramas, Sjarif Subijakto untuk meminta keterangan atas pelayanan RS yang tidak maksimal, namun lagi-lagi pasien yang sudah cuci darah di RS Bahteramas selama hampir tiga tahun ini tidak mendapatkan informasi.
