Bawaslu melihat bahwa, paslon juga melakukan kampanye dengan cara mendatangi rumah-rumah warga. Mereka bertemu langsung warga guna menghindari berkumpulnya orang banyak di tengah pandemi COVID-19.

"Para paslon masih lebih memilih melakukan kampanye secara tatap muka atau dengan mengunjungi rumah warga," ucap Hamiruddin.

Baca juga: Anggota Dewan Ini Siap Hibahkan Tanah Pembangunan Tower Jaringan Jika HALO Terpilih

Hamiruddin menjelaskan bahwa kampanye lewat media sosial tetap berjalan, sebab merupakan salah satu metode kampanye yang diprioritaskan di tengah pandemi COVID-19.

"Bawaslu sudah menerima nama akun medsos 18 paslon yang didaftarkan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. Lewat itu, kita memantau aktivitas kampanye paslon dan sejauh ini belum ditemukan indikasi adanya pelanggaran seperti kampanye hitam atau materi yang mengandung isu sara," terangnya.