Ali Mazi juga memuji dengan mengapresiasi ide dan gagasan cerdas Pemkot Kendari melalui Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu yang telah mencanangkan revitalisasi gerbang batas ini dengan mempertahankan adat.

Asmawa Tosepu mengatakan, pembangunan gerbang merupakan identitas Kota Kendari sebagai Ibu Kota Sulawesi Tenggara yang harus memberikan ciri khas tersendiri. Selain itu, pembangunan gerbang juga berdasarkan lomba sayembara yang digelar pada 2022 lalu.

Baca Juga: Disahkan DPR, Ini Sejumlah Kontroversi UU Kesehatan

Desain yang dipilih sendiri berdasarkan keunikan, ciri khas dan tentunya memiliki ciri khas dari budaya dan kearifan lokal yang dimiliki oleh Kota Kendari.

Dalam konsep kearifan lokal ini ada tentang simbol, motif, corak lambang kemudian kalosara, gong, ta’awu dan arsitektur lokal.