Selain meminum darah haid, cara lain untuk meningkatkan status sosial pria dan wanita di suku Baul adalah melalui hubungan seksual. Hubungan ini dianggap sebagai ritual suci yang disebut yugala-sadhana.

Baca Juga: Tradisi Unik Ungkap Kebohongan di Afrika

Dalam praktik ini, identitas laki-laki dan perempuan dilampaui melalui seks dan persekutuan cairan esensial. Suku Baul meyakini bahwa melalui ritual ini, mereka dapat mencapai keseimbangan spiritual dan koneksi yang lebih dalam.

"Wanita didorong untuk orgasme, dan yang terpenting pria tidak boleh ejakulasi,'' kata salah satu anggota sekte, seperti dilansir dari Amuse Vise.

Untuk menjalankan tradisi ini, wanita didorong untuk orgasme. Hal ini akan memberi energi kembali pada pasangannya, yang seharusnya berfokus pada pemujaan yoni (vulva) pasangannya. (C)