Penurunan NTP, menurut Surianti, juga dipengaruhi oleh subsektor pertanian, terutama tanaman perkebunan rakyat yang mengalami penurunan 3,67 persen.
“Penurunan ini disebabkan oleh turunnya indeks harga yang diterima petani dalam subsektor ini, yang menurun 3,60 persen, sementara indeks yang dibayar justru naik sebesar 0,07 persen,” jelas Surianti saat memberikan keterangan pers pada Senin (4/11/2024).
Komoditas kakao, lada, dan nilam menjadi faktor dominan yang memengaruhi penurunan harga, menunjukkan adanya fluktuasi pasar yang signifikan.
Surianti mengimbau para petani untuk lebih memperhatikan kondisi pasar dan memanfaatkan informasi terkini guna mengurangi dampak penurunan harga.
Baca Juga: Pj Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Waspadai Identitas Ganda Pemilih Pilkada 2024
