Baca juga: Hingga Kini Realisasi Penyerapan Anggaran PEN Baru Capai 26,2 Persen

Sepanjang pekan lalu, rupiah berhasil menguat 0,26 persen di saat indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama cenderung melemah menanti kebijakan moneter dari The Fed.

Sebelumnya, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah diyakini masih akan berfluktuatif di tengah sentimen pasar yang saling bertolak belakang menekan gerak rupiah pada perdagangan Senin (31/8/2020).

“Mata uang rupiah kemungkinan masih akan berfluktuatif bisa saja ditutup stagnan atau melemah terbatas 20-30 poin di level Rp 14.620 hingga Rp 14.670 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resminya, Minggu (30/8/2020).

Ibrahim mengatakan, rupiah berhasil berbalik menguat pada pekan lalu karena pasar merespons kebijakan moneter baru setelah Ketua Fed Jerome Powell meluncurkannya di simposium Jackson Hole Fed 2020 pada akhir pekan ini.