Andap menambahkan, terdapat potensi besar di Sulawesi Tenggara yang selama ini pinang hanya dijadikan sebagai tanaman pagar atau pembatas perkebunan, tetapi nanti kedepan akan dipersiapkan agar dalam penanaman terkonsep dengan baik.

Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura Sulawesi Tenggara, La Haruna mengatakan, ekpor biji pinang ini mencerminkan potensi besar dari sektor berkebunan.

"Pinang ini sangat potensi untuk kita ekpor, hal ini juga menciptakan dampak positif para petani lokal, selain proses pemeliharaan yang mudah, pinang tidak memerlukan waktu yang lama pengolahannya," kata La Haruna.

Ia menegaskan, biji pinang Sulawesi Tenggara yang memiliki kualitas unggul sehingga ekspor perdana ini membuka peluang baru para petani lokal untuk memperluas pasar mereka.

Baca Juga: Kasus Siswi SMK Kendari Viral Isap Sinte Ditutup, Ini Alasannya