Definisi stroke menurut WHO, yaitu ditemukannya tanda-tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologik fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vascular (https://p2ptm.kemkes.go.id, 4 Juli 2018)
Hila cuma salah seorang penderita stroke level berat di tanah air. Ia berlatar belakang profesi jurnalis. Secara ekonomi kehidupannya tidak bagus. Sebagai jurnalis, ia pernah bekerja untuk media cetak dari sebuah grup koran besar di Jakarta, berkedudukan di Kupang (NTT), sebelum pindah ke Surabaya.
Dari satu kota ia pindah ke kota lain, akhirnya lama ia berlabuh di Jakarta ketika Berita, koran harian yang di tahun 1995 merintis (berubah) menjadi koran metropolitian, menerimanya sebagai jurnalis.
Baca Juga: Merdeka, Gotong-royong yang Kian Tergerus
Kini di Jakarta, Hila jurnalis dari sebuah media online yang tak mampu menggaji alias cuma bergantung dari iklan yang tak seberapa. Toh ia tetap betah dan sungguh-sungguh melakoni hidup sebagai jurnalis. Betul-betul jurnalis, bukan lantaran nirlapangan kerja.
