Andap, ayah dari seorang perwira pertama Brimob Polri itu, dilantik menjadi Pj. Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh Mendagri, Prof. M. Tito Karnavian di Kemendagri Jakarta, awal September lalu (5/9/23).

Secara umum, Sultra merupakan salah satu daerah di Sulawesi yang secara kultural amat dipengaruhi oleh religiusitas. Belum lagi dua bulan menjadi Pj. Gubernur, Selasa (18/10/23) ia diganjar adat “Mia Ogena Bhawangi Yi Sulawesi Tenggara” oleh Kesultanan Buton.

Pemberian gelar adat berlangsung, Selasa (17/10/23) di Aula Palagimata Kantor Walikota Baubau. Pemberian gelar oleh Yang Mulia Sultan Buton ke – 40 Buton, dr. H. La Ode Muhamad Izat Manarfa M.Sc. Hadir para sesepuh dan perangkat Lembaga Adat Kesultanan Buton dan Masyarakat Buton kala itu.

Pemberian gelar adat itu, tentu bukan sekadar sebuah seremoni belaka. “Mia Ogena Bhawangi Yi Sulawesi Tenggara bermakna seorang pemimpin yang profesional, berpandangan jauh ke depan (visioner), karismatik, pengayom, jujur, amanah, fathanah, tabligh, beriman, dan bertakwa kepada Allah SWT,” begitu narasi yang dibunyikan oleh La Ode Muhamad Arsal, S.Sos., M.Si., “Kapitalao Matanaeo” atau Panglima Bagian Timur Lembaga Adat Kesultanan Buton dalam prosesi pemberian gelar.

Baca Juga: Kesederhanaan Hoegeng dan Pak Koen Menjawab Peringatan Presiden kepada Polri