"Tahun bulan (Hijriah) lebih pendek 11 hari dari kalender matahari (Matahari), hal ini berarti bahwa hilal Ramadan juga akan teramati dua kali pada tahun 2030," tulis Aljazeera.

Baca Juga: Sudah Imsak Apa Masih Boleh Makan Minum? Begini Penjelasannya

Sebagai contoh, satu tahun dalam kalender Hijriah hanya berlangsung selama 354 hari, bukan 365 hari seperti dalam kalender Masehi. Fakta astronomis ini pula yang menyebabkan permulaan Ramadan selalu lebih awal 10-12 hari pada setiap tahunnya.

Seperti di Indonesia, 1 Ramadan 1444 H atau tahun ini jatuh pada 23 Maret 2023. Sementara Ramadan 2022 lalu, pemerintah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 1 April 2022.

Ketetapan 1 Ramadan tersebut diambil berdasarkan penggabungan hasil dua metode penentuan awal bulan. Metode yang dimaksud adalah perhitungan hisab atau astronomis yang kemudian dikonfirmasi melalui rukyatul hilal atau pengamatan hilal. (C)