Untuk itu, pihaknya terus berupaya dengan menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), bekerja sama dengan pihak terkait.

Pada Program layanan Internet dari langit ini, akan memakan anggaran pemasangan alat senilai Rp 26 juta perunitnya. Selanjutnya setiap desa yang sudah mendapatkan layanan ini bakal dibebankan biaya sebesar Rp. 500 ribu/ bulannya. 

“Pelayanan publik di Kabupaten Bombana merupakan hal yang paling mendasar, disini masih banyak desa dan kecamatan yang tidak tersentuh oleh layanan internet. Jadi, kami bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa guna mensiasati biaya pengadaan alat penangkap dan pelempar jaringan dari langit,” tuturnya saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Melalui program tersebut, Ia berharap berjalan sesuai harapan. Sebab selain untuk kelancaran pelaporan dan koordinasi kinerja desa, layanan internet ini juga dapat membantu masyarakat dalam mengakses informasi dari luar.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana Fraksi Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) Dapil V Kabaena, Ashari Usman telah bertandang di Kantor Kementrian Informasi dan Komuniasi (Keminfo) di Jakarta pada 14 Februari, guna menyampaikan aspirasi rakyat dan kemajuan daerah Wonua Bombana,  utamanya kebutuhan layanan komunikasi.