BOMBANA, TELISIK.ID - Ratusan warga di Kelurahan Teomokole, Kecamatan Kabaena, Kabupaten Bombana, berbondong-bondong menandatangani petisi penolakan lurah.

Hal itu disebabkan tindakan lurah yang dinilai sering melakukan praktek Pungli dan penyalahgunaan wewenang selama masa jabatannya.

Dalam surat petisi yang telah ditandatangani oleh hampir seluruh kepala keluarga di Kelurahan Teokomole, warga menyatakan menolak pemerintahan kelurahan di bawah pimpinan Amsiah. 

Dengan bukti rekaman dan kwitansi pembayaran dan pengambilan sertifikat tanah serta bukti transaksi lainnya, Amsiah diadukan dan dituntut untuk berhenti dari jabatannya.

Akibatnya, pemerintahan di Kelurahan Teomokole tidak berjalan normal seperti biasanya. Karena warga setempat memilih menahan diri untuk tidak menerima pelayanan apapun dari sang lurah.