Baca Juga: Digitalisasi UMKM Solusi di Tengah Pandemi
Kasus viralnya pelecehan seks 12 santri berhasil mengaduk aduk emosi nalar publik dan mengundang perdebatan di dunia maya. Sebab kasus tersebut berhasil membangun image negatif, karena menyenggol simbol-simbol pendidikan Islam. Sebut saja pesantren atau apapun namanya lembaga tersebut, yang pasti lembaga pendidikan.
Pelecehan seks belakangan ini ramai di kalangan kaum terdidik yang berkecimpung di lembaga pendidikan. Bukan hanya di tingkat pesantren atau lembaga sekolah menengah pertama dan SMA atau sederajat, tapi lebih paradoks di lingkungan perguruan tinggi berbagai universitas, untuk tidak menyebut kampusnya.
Berbagai kejadian kekerasan seks di lingkungan kampus dibenarkan oleh Prof. Dr. Nizam, yang pernah memberikan pengakuan bahwa selama ini hampir setiap minggu mendapatkan laporan dari rektor dan dosen di banyak universitas. Belum lagi yang tersembunyi dan disembunyikan karena tak mau melapor. Banyak tentunya korban pelecehan dan kekerasan seks mengalami trauma yang tak berujung.
Baca Juga: Agama dan Resolusi Konflik
