"Posisi suara terbanyak saat itu juga diraih oleh Ridwan Bae dengan perolehan suara 97 ribu lebih. Jadi suara beliau meningkat lagi. Ini tolak ukur yang pertama," tambahnya.
Baca Juga : Nama Dibacakan Saat Pelantikan, Puluhan Kasek di Muna Malah tak Dapat SK
Lebih jauh dikatakan, selain untuk DPR-RI, perolehan suara dan jumlah kursi di DPRD Provinsi Sultra juga meningkat. Pada periode 2014, Golkar memperoleh 160 ribu suara. Dengan hasil ini, Golkar menempati unsur pimpinan DPRD Provinsi Sultra. Pada pilcaleg 2019 suara Golkar kemudian meningkat dari 160 ribu lebih menjadi 200 ribu lebih. Dari jumlah itu, Golkar tetap pada posisi unsur pimpanan DPRD.
"Kemudian di tingkat DPRD kabupaten/kota. Pada pemilihan 2014 kita dapat 42 kursi dengan formasi tiga ketua DPRD. Kemudian pada pemilihan caleg 2019 dari 42 kursi meningkat menjadi 57 kursi dengan posisi sembilan unsur pimpinan. Artinya ini meningkat lagi," tuturnya.
Disamping perolehan suara legislatif, tambahnya, peningkatan kursi kepala juga terlihat signifikan. Awalnya, partai Golkar hanya memperoleh satu kursi bupati. Dimasa kepemimpinan Ridwan, jumlah kursi kepala daerah meningkat menjadi tiga kursi di Sultra. Ketiga kursi kepala daerah tersebut adalah Kabupaten Buton, Wakatobi dan Konawe Selatan (Konsel).
