Nusa Tenggara Timur sebagai Indonesia mini dengan berbagai suku dan agama, kata dia, sedangkan toleransi yang tinggi telah menjadi bagian dari kultur masyarakat yang saling menghargai dan melengkapi juga melekat dari antara warga.
"Ini menjadi hal wajar bagi kami hidup berdampingan dan berbeda-beda dengan saling menghargai. Kita bersebelahan dalam keseharian dan saling mengadakan acara atau silaturahmi satu sama lain," ungkapnya.
Kultur masyarakat Nusa Tenggara Timur yang toleran sudah sangat mengakar dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak ada pembedaan seperti mencari tempat tinggal, tempat kerja maupun sekolah berdasarkan latar belakang agama.
Baca Juga: Anggaran Pengawasan Minim, Nelayan Bebas Bom Ikan di Perairan Wakatobi
Ia juga menjelaskan, pemerintah di NTT sendiri sering berkomunikasi dengan semua pemimpin agama maupun melibatkan semua pemimpin agama dalam berbagai kegiatan untuk masyarakat.
