Pertemuan massa dengan pihak Kejati berubah menjadi aksi saling dorong, menciptakan ketegangan yang memuncak di lokasi. Pantauan Telisik.id, sekitar pukul 11.30 Wita, massa berusaha membakar ban sebagai bentuk protes karena Kajati sulit ditemui. Kondisi semakin memanas dan menyulut ketidakpuasan yang mendalam.
Kasipenkum Kejati Sulawesi Tenggara, Dody, berupaya meredakan situasi dengan memberikan penjelasan kepada massa jika Kajati tidak berada di lokasi.
Namun, upaya tersebut tidak menemui titik terang, dan massa memutuskan untuk mundur setelah merasa tidak didengarkan.
Baca Juga: Kekurangan Fasilitas, Guru di Sekolah Ini Menjual di dalam Kelas Meski Diprotes Orang Tua Siswa
Aldi Lamoito, salah satu anggota massa, menyayangkan sikap Jaksa Penutut Umum (JPU) yang melakukan walk out, menganggapnya sebagai tindakan tidak profesional dan tidak mengikuti aturan persidangan.
