SURABAYA TELISIK.ID - Harapan Jatim untuk segera memiliki desa wisata guna mendongkrak perekonomian di tengah pandemi COVID-19, tampaknya akan tertunda.

Pasalnya, hampir sebagian besar desa wisata di Jatim mengalami kesulitan anggaran untuk melakukan renovasi obyek wisata yang dimiliki desa wisata.

Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi Mustofa mengatakan, dalam setiap kunjungan di beberapa daerah di Jatim khususnya di desa wisata, masalah dana dan kepemilikan menjadi masalah utama dalam pengelolaan obyek wisata.

“Oleh sebab itu, saat ini kami sedang menggodok Perda Desa Wisata dengan harapan menjadi landasan hukum untuk pengelolaan anggaran khusus untuk di desa wisata. Kami berharap perekonomian di desa wisata bisa hidup terlebih di saat pandemi COVID-19,” jelas Politisi PKB ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (2/10/2020).

Baca juga: Polisi Tilang dan Denda Kendaraan Pakai Knalpot Racing