"Setenga mati kasian, jangan sampai disuruh pindah sama pemilik tanah, saya berharap punya rumah sendiri, tapi mau bagaimana begini kondisinya," tutur Nanang sesekali ia tertunduk menceritakan kondisi keluarganya.

Baca juga: Minim Pendapatan, Pria Berusia 50 Tahun Ini Hidupi Keluarganya dengan Menjual Kerang Laut

Terlebih ia harus menafkahi istri serta satu orang anaknya yang masih berusia balita. Ia pun mengaku setengah mati dengan keadaan hidupnya.

Selain itu, pria yang sudah tiga tahun menjalani profesinya sebagai pemulung ini menceritakan bahwa,  setiap hari ia sedikit demi sedikit kumpulkan kardus, plastik, dan kaleng-kaleng bekas dari banyak tong sampah yang kemudian dijualnya.

Plastik bekas yang telah selesai dikumpulkannya pun dihargai Rp 200 ribu per kilo.