Pada malam satu Suro, ribuan peziarah berkumpul di lokasi tersebut. Bahkan, mereka disebut-sebut berasal dari ibu rumah tangga, karyawan swasta, sampai aparatur sipil negara.
Tradisi seks ini dilakoni sebanyak tujuh kali berturut-turut pada Kamis Pahing, Jumat Pon, Jumat Kliwon dan saat malam satu Suro. Mirisnya, banyak yang hubungan seks dilakukan bukan pasangan suami istri.
Mereka berhubungan badan dengan sesama peziarah dan bahkan bisa juga dengan memakai jasa pekerja seks. (C)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Haerani Hambali
