Tercatat ada sekitar 226 pelanggan yang diputus. Kemudian, yang membayar 521 pelanggan dan putus bayar sebanyak 27 pelanggan.

"Yang kita belum putus ada sekitar 119 pelanggan," sebutnya.

Ironinya, pelanggan yang malas membayar bukan saja dari kalangan masyarakat. Namun, dari instansi pemerintah pula. Ada sekitar 11 organisasi perangkat daerah (OPD) yang meteran airnya terpaksa diputus.

Baca Juga: Tak Bisa Tembus Terminal Wamengkoli Meski Kantongi Izin, Sopir Mogok

"Kita juga bingung, kenapa sampai OPD-OPD itu menunggak, padahal anggaranya itu ada di dana rutin," ujarnya.