"Begitu pentingnya mengoreksi penguasa atau muhasabah lil hukam para ulama kepada penguasa, para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah telah menggariskan ketentuan dan adab ulama di hadapan para penguasa," pungkasnya.
Ada beberapa ketentuan dan adab ulama di hadapan para penguasa. Pertama, memberikan loyalitas hanya pada Islam. Tidak pernah gentar menghadapi kezaliman penguasa. Meski mungkin harus tersungkur mati di dalamnya.
Baca juga: Mengenal Cairan Putih Perempuan Perspektif Fikih
Sebagimana Muadz bin Jabal ra menuturkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda, “Perhatikanlah, sungguh Alquran dan penguasa akan berpisah. Karena itu janganlah kalian memisahkan diri dari Alquran. Perhatikanlah, akan ada para pemimpin yang memutuskan perkara untuk kalian. Jika kalian menaati mereka, mereka menyesatkan kalian. Jika kalian membangkang kepada mereka, mereka akan membunuh kalian.”
Lalu, Muadz bin Jabal bertanya, “Ya Rasulullah, apa yang mesti kami lakukan? Nabi SAW menjawab, “(Bersabar) seperti yang dilakukan para sahabat Isa bin Maryam as (meskipun) mereka digergaji dengan gergaji dan digantung di atas pohon. (Bagi mereka) mati dalam ketaatan lebih baik daripada hidup dalam maksiat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” (HR ath-Thabarani).
