BUKATEJA, TELISIK.ID - Ketegangan melanda SMAN 1 Bukateja setelah ratusan siswa melakukan aksi protes. Mereka menuntut pertanggungjawaban sekolah terkait kelalaian dalam penginputan data PDSS.
Sebanyak 140 siswa terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025. Situasi semakin panas karena sekolah belum menyelesaikan finalisasi data hingga batas waktu.
Para siswa merasa dirugikan dan mendesak pihak sekolah segera bertindak. Namun, di tengah aksi protes tersebut, perhatian siswa justru tertuju pada dua guru yang bergandengan tangan.
Siswa Protes Gagal SNBP Akibat Data Tidak Terinput
Ratusan siswa berkumpul di halaman sekolah dengan membawa spanduk tuntutan. Mereka menuntut kejelasan dari pihak sekolah mengenai nasib mereka. SNBP merupakan jalur prestasi yang sangat penting bagi siswa untuk masuk perguruan tinggi.
