Para siswa merasa hak mereka terabaikan akibat kesalahan administratif sekolah. Mereka berteriak dan menyampaikan orasi dengan penuh emosi.

Koordinator aksi, M. Nola Daradjatun, menyampaikan kekecewaan mendalam atas kejadian ini. "Usaha kami selama ini secara moral dan materi sia-sia. Kami yakin ini kelalaian sekolah," ujar Nola dalam orasinya, seperti dikutip dari Jawapos, Minggu (9/2/2025).

Menurutnya, pihak sekolah harus bertanggung jawab dan mencari solusi. Hingga kini, siswa belum mendapat kepastian terkait kelanjutan nasib mereka.

Baca Juga: Sosok Febrini: Wakepsek Teledor Isi PDSS Bikin Ratusan Siswa Batal Ikut SNBP 2025, Kerap TikTokan di Jam Kerja

Para siswa juga mempertanyakan sikap sekolah yang belum memberikan pernyataan resmi.