15 Tahun BPR Bahteramas Kendari: Aset Tembus Rp 84 Miliar, Perkuat UMKM dan Siap Digitalisasi
Reporter
Rabu, 01 April 2026 / 3:16 pm
Direktur Utama BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih. Foto: Ist.
KENDARI, TELISIK.ID - Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Bahteramas Kendari (Perseroda) mencatat pertumbuhan kinerja positif sepanjang 15 tahun berdiri, dengan total aset mencapai Rp 84 miliar, peningkatan penyaluran kredit, serta komitmen memperkuat pembiayaan UMKM dan transformasi digital.
Direktur Utama BPR Bahteramas Kendari, Suryaningsih, mengatakan sejak berdiri pada 2011, bank ini awalnya hadir untuk melayani masyarakat kecil dan pelaku UMKM yang kesulitan mengakses layanan keuangan.
“Seiring waktu, kami bertransformasi seperti bank umum di Kota Kendari, meskipun tetap dalam skala BPR,” ujar Suryaningsih, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, transformasi juga terjadi pada aspek kelembagaan. Status badan hukum berubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT), serta perubahan nomenklatur dari Bank Perkreditan Rakyat menjadi Bank Perekonomian Rakyat.
“Layanan kami bukan hanya kredit, tetapi juga tabungan dan deposito. Ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa fungsi BPR lebih luas,” jelasnya.
Dari sisi kinerja, BPR Bahteramas Kendari menunjukkan kondisi yang sehat. Hal itu tercermin dari hasil penilaian laporan keuangan oleh Kantor Akuntan Publik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan BPKP.
Pada 2025, bank ini juga menandai pencapaian dengan menempati gedung milik sendiri setelah sebelumnya menggunakan fasilitas pinjam pakai pemerintah. Gedung tersebut telah direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan nasabah.
Selain itu, BPR Bahteramas Kendari meraih predikat Bintang 4 Top BUMD 2025 dan menargetkan peningkatan menjadi Bintang 5 pada tahun berikutnya.
Baca Juga: HUT ke-15 BPR Bahteramas Kendari Bagikan 210 Paket Sembako ke Warga
Secara angka, total aset kini mencapai Rp 84 miliar atau tumbuh 11,91 persen dibanding tahun sebelumnya. Penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 51 miliar atau meningkat 22 persen.
Jumlah nasabah pun terus bertambah, yakni 6.805 nasabah tabungan, 1.484 nasabah kredit, dan 84 nasabah deposito.
“Kami terus berupaya meningkatkan kinerja agar bisa mendekati bank umum, khususnya dari sisi pelayanan yang mudah dan prima bagi masyarakat,” katanya.
Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, BPR Bahteramas Kendari berperan aktif melalui pembiayaan UMKM dengan skema yang lebih fleksibel. Produk Kredit Modal Kerja (KMK) Bahteramas menjadi salah satu andalan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
“Banyak pelaku usaha yang awalnya kami bantu dari modal kecil, kini usahanya berkembang dan bahkan bisa mengakses pembiayaan lebih besar di bank umum,” ungkapnya.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), bank ini juga berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui setoran dividen yang kemudian dimanfaatkan untuk pembangunan dan pelayanan publik.
Meski demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi, terutama terkait keterbatasan permodalan serta kebutuhan percepatan digitalisasi layanan.
“Kami masih menghadapi keterbatasan permodalan dan belum memiliki fasilitas ATM, sehingga ini menjadi perhatian dalam pengembangan ke depan,” ujarnya.
Selain itu, penyesuaian terhadap regulasi, termasuk penerapan standar akuntansi terkait pencadangan kerugian, juga menjadi tantangan yang harus dihadapi.
Baca Juga: RUPS-LB jadi Momentum Transformasi BPR Bahteramas Kendari
Untuk menjaga kepercayaan masyarakat, BPR Bahteramas Kendari terus meningkatkan kualitas pelayanan serta menjaga integritas.
Ke depan, bank ini tengah menjalani proses konsolidasi atau merger sebagai langkah strategis memperkuat kelembagaan. Dalam rencana bisnis 2026, juga disiapkan inovasi produk baru berupa pembiayaan emas yang masih dalam tahap pengembangan.
Menutup refleksi 15 tahun perjalanan, Suryaningsih menyampaikan apresiasi kepada seluruh nasabah.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat selama ini. Kami berkomitmen untuk terus memberikan layanan yang cepat, aman, dan peduli bagi seluruh nasabah,” tutupnya. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS