Abdul Wahid Dorong Transformasi SMPN 1 Kendari Lewat Tagline Spensa Tumbuh Bersama
Reporter
Kamis, 29 Januari 2026 / 4:55 pm
Kepala SMPN 1 Kendari, Abdul Wahid. Foto: Ana Pratiwi/Telisik
KENDARI, TELISIK.ID - Sejak dilantik sebagai Kepala SMP Negeri 1 Kendari pada 12 Desember 2025, Abdul Wahid mulai melakukan penataan menyeluruh di sekolah yang dikenal sebagai SMP unggulan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini.
Melalui tagline 'Spensa Tumbuh Bersama', ia mendorong perubahan sistem belajar, budaya sekolah, hingga penguatan karakter siswa.
Abdul Wahid menegaskan bahwa tumbuh bersama bukan sekadar slogan, melainkan komitmen agar seluruh ekosistem sekolah berkembang secara beriringan, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan.
“SMP Negeri 1 Kendari ini sekolahnya para pemimpin. Kita berada di ibu kota provinsi, jadi semangat itu harus benar-benar hidup,” kata Abdul Wahid kepada telisik.id, Kamis (29/1/2026).
Sejak awal menjabat, ia langsung menyesuaikan jadwal pembelajaran sesuai regulasi Permendikdasmen Nomor 13.
Jam intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dipisahkan secara tegas agar proses belajar lebih efektif dan tidak membebani siswa.
Jam kokurikuler diintegrasikan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, seperti kegiatan kebangsaan, ibadah, dan makan bergizi gratis.
“Kokurikuler itu harus dikelola. Kalau ditata dengan baik, justru memberi ruang tumbuh bagi anak-anak,” ujarnya.
Kini, siswa pulang lebih awal sekitar pukul 13.00 Wita setelah makan bergizi dan salat Zuhur berjamaah.
Perubahan ini memberi kesempatan bagi siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler secara lebih optimal di sore hari.
Abdul Wahid menilai pengaktifan ekstrakurikuler sebagai kunci pembentukan karakter sekaligus pencegahan perilaku negatif di kalangan pelajar.
Sejumlah kegiatan yang sebelumnya tidak berjalan kini kembali dihidupkan, termasuk drum band yang rutin tampil dalam upacara bendera.
“Kalau anak-anak tidak punya kegiatan positif, mereka akan mencari kegiatan lain di luar. Itu yang berbahaya,” tegasnya.
Selain drum band, SMPN 1 Kendari juga mengembangkan Pramuka, seni tari, paduan suara Spensa Voice, PMR, UKS, hingga kegiatan seni dan akademik lainnya.
Di sisi lain, Abdul Wahid menekankan pentingnya peran guru sebagai agen perubahan.
Ia mendorong guru tidak hanya menjalankan kebijakan, tetapi memahami dasar regulasi dan mampu menjelaskannya kepada masyarakat.
“Saya ingin guru-guru SMP 1 bukan hanya penerima informasi, tapi juga pemberi informasi yang paham landasan aturannya,” ujarnya.
Penguatan kompetensi guru dilakukan melalui workshop pembelajaran mendalam agar selaras dengan potensi akademik siswa yang dinilai sudah sangat baik.
Perubahan juga menyentuh budaya kepemimpinan siswa. Abdul Wahid memberi perhatian pada hal-hal sederhana, seperti susunan petugas upacara, penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris oleh pembawa acara, hingga keberanian siswa tampil sebagai pemimpin.
“Kepemimpinan itu dilatih, bukan ditunggu,” katanya.
Selain program akademik dan kesiswaan, penataan lingkungan sekolah turut menjadi perhatian.
“Wajah sekolah itu mencerminkan kualitas kita,” ujarnya.
Dalam menyikapi isu disiplin, termasuk penggunaan gawai dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, Abdul Wahid memilih pendekatan humanis dan bertahap.
Siswa diperbolehkan membawa ponsel dengan aturan ketat, disertai sanksi kolektif agar tumbuh tanggung jawab bersama.
“Pencegahan jauh lebih penting daripada penindakan,” katanya.
Ke depan, Abdul Wahid menargetkan SMP Negeri 1 Kendari tidak hanya unggul di tingkat kota, tetapi menjadi teladan pendidikan di Sulawesi Tenggara.
“Kita punya potensi besar. Tinggal bagaimana kita menjaganya, meningkatkan, dan memastikan semua tumbuh bersama,” pungkasnya. (C-Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS