Anak Sekolah Saudi Kebagian Jatah MBG, Begini Penjelasan Bos BGN

Ahmad Jaelani

Reporter

Selasa, 02 Juni 2026  /  9:28 am

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menjajaki penerapan Program Makan Bergizi Gratis bagi siswa Indonesia di Jeddah. Foto: Repro Harian Terbit

JEDDAH, TELISIK.ID - Rencana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke luar negeri mulai dijajaki Badan Gizi Nasional setelah muncul aspirasi siswa Sekolah Indonesia Jeddah yang ingin merasakan manfaat program tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjajaki kemungkinan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi.

Program tersebut berpeluang menjadi proyek percontohan pertama MBG yang dilaksanakan di luar wilayah Indonesia.

Dadan mengatakan, pelaksanaan program itu masih menunggu persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Jika mendapat restu, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi sekolah pertama di luar negeri yang menerapkan program MBG.

"Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama MBG di luar negeri," kata Dadan di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, seperti dikutip dari Kompas, Selasa (2/6/2026).

Menurut Dadan, gagasan menghadirkan MBG di Arab Saudi muncul setelah para siswa Sekolah Indonesia Jeddah menyampaikan keinginan mereka untuk menikmati program yang saat ini telah berjalan di berbagai daerah di Indonesia.

Ia menjelaskan, para siswa yang sebagian besar merupakan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) mengikuti perkembangan informasi mengenai kebijakan pemerintah Indonesia. Karena itu, mereka mengetahui keberadaan program MBG dan berharap dapat merasakan manfaat yang sama seperti siswa di Tanah Air.

"Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. Mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Purbaya Resmi Pangkas Anggaran MBG 2026 Tersisa Rp 268 Triliun

Dalam kunjungan tersebut, Dadan meninjau langsung kondisi Sekolah Indonesia Jeddah yang saat ini menampung sekitar 1.080 siswa. Selain itu, terdapat pula Sekolah Indonesia Makkah yang memiliki sekitar 400 siswa.

Menurutnya, jumlah peserta didik tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kajian pelaksanaan MBG di luar negeri. Kehadiran program di lingkungan sekolah Indonesia juga dinilai dapat memperluas jangkauan layanan pemenuhan gizi bagi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Dadan mengaku terkesan dengan antusiasme siswa dan tenaga pendidik saat menyambut kedatangannya. Meskipun kunjungan dilakukan ketika sekolah sedang libur, ratusan orang tetap hadir untuk berdialog dan mengikuti kegiatan yang berlangsung.

"Meski tadi libur, mereka antusias menanti kedatangan saya. Ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya," katanya.

Hasil peninjauan tersebut akan dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait perluasan program MBG ke luar negeri.

"Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah," ujar Dadan.

Ia menjelaskan, mekanisme pelaksanaan MBG di Arab Saudi nantinya tidak jauh berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Program tetap akan dijalankan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan menggandeng mitra yang memenuhi ketentuan.

"Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG," katanya.

Baca Juga: Heboh Kebutuhan 19 Ribu Sapi di Program MBG, Begini Reaksi Bos BGN

Meski demikian, pelaksanaan MBG di luar negeri memerlukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Koordinasi tersebut diperlukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dadan menambahkan, menu makanan yang nantinya disajikan kepada siswa akan disesuaikan dengan ketersediaan bahan pangan di Arab Saudi. Pilihan menu dapat memadukan makanan khas Indonesia dengan bahan baku lokal yang mudah diperoleh.

"Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal," tutur Dadan.

Jika terealisasi, program MBG di Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi langkah awal penerapan program pemenuhan gizi bagi siswa Indonesia di luar negeri. Selain melayani sekitar 1.080 siswa di Jeddah, program tersebut juga berpotensi menjangkau ratusan siswa lainnya yang menempuh pendidikan di Sekolah Indonesia Makkah. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS