Bocah Perempuan Alami Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak Butuh Bantuan Pemkab Buton Selatan untuk Rujukan ke Makassar

Ali Iskandar Majid

Reporter

Kamis, 05 Februari 2026  /  9:01 pm

Serli bocah usia 7 tahun asal Siompu, Buton Selatan, kini dirawat di RSUD Palagimata Kota Baubau. Foto: Ali Iskandar Majid/telisik

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Seorang anak perempuan berusia 7 tahun, Serli, warga Desa Nggula-nggula, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, sedang berjuang melawan sakit akibat penyumbatan pembuluh darah di otak.  

Saat ini Serli menjalani perawatan di RSUD Palagimata, Kota Baubau. Kondisi kesehatannya yang kian menurun membuat pihak keluarga sangat berharap pada uluran tangan dari berbagai pihak.

Keluarga Serli pun berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Selatan bisa memfasilitasi percepatan rujukan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo di Makassar, Sulawesi Selatan.

Ibu Serli, Yatri, menceritakan bahwa sakit yang dialami putrinya awalnya demam tinggi disertai kejang selama satu jam. Ia sempat membawa putrinya ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) setempat guna segera mendapatkan penanganan.  

Baca Juga: PT Vale IGP Pomalaa Salurkan 1.879 Paket Sembako untuk Warga Rentan di Kolaka

Namun, kondisi Serli semakin memburuk yang mengharuskannya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gajah Mada Buton Selatan. Ia menjalani perawatan selama enam hari.  

Serli sempat dinyatakan pulih dari sakitnya oleh pihak RSUD Gajah Mada sehingga dapat dipulangkan. Tapi, selang tiga hari kemudian, kondisi Serli menurun yang disertai demam tinggi.  

Yatri menuturkan, pada pukul 08.00 Wita, Serli masih dapat berbicara. Namun, satu jam kemudian, pukul 09.00 Wita, Serli mengalami kesulitan berkomunikasi yang hingga saat ini masih dirawat di RS Palagimata.

"Enam hari dirawat di RSUD Buton Selatan, dia sempat dinyatakan sembuh," ungkap Yatri saat ditemui telisik.id, Kamis (5/2/2025).

"Jam 8 pagi masih bisa bicara normal, tapi tiba-tiba jam 9 malam dia sudah tidak bisa bicara lagi sampai sekarang," lanjutnya.

Pada 28 Januari 2026, Serli dilarikan ke RSUD Palagimata untuk menjalani perawatan lanjutan. Yatri menuturkan, selama tiga hari dirawat di RSUD Palagimata, Serli mengalami gangguan tidur yang tidak wajar, yakni tak mampu memejamkan matanya.  

Saat ini Serli hanya bisa merespons melalui rintihan. Kemampuannya untuk memanggil mama telah hilang sepenuhnya. Kondisi fisiknya pun kian melemah, memaksa bocah malang ini bergantung sepenuhnya pada tabung oksigen untuk tetap bernapas.

"Paling hanya rintihan kalau bicara, panggil mama pun sudah tidak bisa lagi," ujar Yatri.

Serli telah menjalani perawatan selama 9 hari di RSUD Palagimata. Ia harus dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar untuk mendapatkan penanganan spesialis saraf yang lebih komprehensif.

Saat ini pihak keluarga menunggu balasan permohonan ketersediaan ruang perawatan. Namun, sampai saat ini, kata Yatri, belum  ada balasan resmi yang diterima oleh pihaknya, maupun konfirmasi lanjutan dari RSUD Palagimata.

Baca Juga: Natsir Ido Calon Tunggal Ketua DPD II Golkar Muna, Dapat Diskresi dari DPD I dan DPP

Kecemasan Yatri dan suaminya, Irsat, memuncak mengingat kondisi buah hati semata wayang mereka yang tidak memungkinkan untuk menunggu lama di penginapan atau indekos saat tiba di Kota Makassar nanti.  

Mereka membutuhkan kepastian agar saat tiba di Kota Makassar, Serli bisa langsung masuk ke ruang perawatan rumah sakit tanpa hambatan administrasi apapun.

Mereka sangat berharap Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, dalam hal ini Bupati, dapat turun tangan untuk membantu memfasilitasi kemudahan rujukan perawatan Serli.

"Kami berharap pak bupati bisa bantu fasilitasi kemudahan rujukan Serli ke RS Wahidin. Jujur kami tidak bisa menunggu di kos-kosan karena begitu sampai di Makassar harus langsung dibawa ke rumah sakit karena dia tidak bisa lepas dari oksigen," harap Yatri. (C)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS