Bupati Buton Selatan Kecewa Gedung Tambahan di Area Rujab Dipaksakan Dibangun, Adios: Main Hantam Saja

Ali Iskandar Majid

Reporter

Sabtu, 31 Januari 2026  /  7:30 pm

Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, saat diwawancarai awak media seusai RKPD di Gedung Lamaindo, Batauga, Sabtu (31/1/2026). Foto: Ali Iskandar Majid/telisik

BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios mengungkapkan kekecewaannya terhadap pembangunan gedung tambahan di area kompleks rumah jabatan (rujab) bupati yang dinilai tidak penting.  

Hal itu diutarakannya di sela pidatonya pada rapat Rencana Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2026 di Gedung Lamaindo, Batauga, Sabtu (31/1/2026).

Adios menegaskan pembangunan gedung tambahan di halaman belakang rujab bupati bernilai Rp 1 miliar tidak penting.  

Menurutnya, anggaran miliaran rupiah tersebut dapat diprioritaskan untuk program lain yang mendukung pembangunan dan laju pertumbuhan ekonomi daerah.  

Baca Juga: Utusan Khusus Presiden Prabowo Serahkan Starlink untuk Layanan Internet di Gua Prasejarah Liangkabori Muna

Selain itu, pembangunan gedung tambahan menjadikan area kompleks rujab bupati semakin sempit.  

Adios menyatakan tidak tahu menahu terkait pembangunan gedung tersebut. Ia mengatakan, mulai dari proses perencanaan hingga pengerjaan, dirinya sama sekali tidak diperlihatkan master plan pembangunan gedung.  

"Siapa yang gambar ini, siapa yang merencanakan ini, saya gak tau, main hantam saja tiba-tiba langsung dibangun," ungkapnya kepada awak media.

"Tidak perlu ada bangunan, andaikan diperhatikan kepada saya mungkin dapat dialihkan ke anggaran lain," lanjutnya.

Gedung tambahan itu direncanakan diperuntukkan bagi tamu kehormatan daerah yang datang berkunjung ke Buton Selatan.  

Adios berharap kejadian seperti ini tidak terulang serta mengimbau para OPD lingkup Pemkab Buton Selatan lebih koperatif dengan kepala daerah terkait setiap perencanaan pembangunan di sepanjang tahun 2026.

"Itu untuk gedung tambahan saja kalau ada tamu yang saya lihat kurang efektif, tapi tidak apa-apalah sudah terlanjur mau bilang apa, lain kali jangan," tandasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Bupati Buton Selatan, Sunaryo, menjelaskan bahwa pembangunan gedung tambahan di belakang rujab bupati awalnya dikomunikasikan kepada Bupati Adios.  

Namun, saat itu Adios kurang berkenan terhadap rencana pembangunannya dan meminta proyek dihentikan.

Baca Juga: SMPN 1 Wangi-Wangi Wakatobi Fokus Benahi Disiplin dan Prestasi Siswa

Sunaryo pun mengaku telah menyampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Buton Selatan segera memberhentikan serta mengalihkan anggaran ke program pembangunan lainnya.  

"Saya kurang paham, tidak terlalu detail ternyata masih jalan dan itu bukan fiktif, cuma bupati kurang berkenan dibangun di area rujab," bebernya.

Sunaryo menganggap dirinya hanya menjembatani komunikasi antara Adios dengan TAPD dan menegaskan tidak ada keterkaitan dirinya terhadap pembangunan gedung tambahan.

"Saya gak ada keterkaitan dengan kegiatan (pembangunan gedung tambahan) itu, hanya menjembatani, sebab bupati kalau ada apa-apa komunikasi ke saya," katanya. (B)

Penulis: Ali Iskandar Majid

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS