SMPN 1 Wangi-Wangi Wakatobi Fokus Benahi Disiplin dan Prestasi Siswa

Zulkifli Herman Tumangka, telisik indonesia
Sabtu, 31 Januari 2026
0 dilihat
SMPN 1 Wangi-Wangi Wakatobi Fokus Benahi Disiplin dan Prestasi Siswa
Kepala SMPN 1 Wangi-Wangi, Mahadulah, perkuat disiplin dan prestasi siswa. Foto : Zulkifli Herman T/Telisik

" SMP Negeri 1 Wangi-Wangi, Kabupaten Waktobi, terus berupaya menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan pendidikan "

WAKATOBI, TELISIK.ID - SMP Negeri 1 Wangi-Wangi, Kabupaten Waktobi, terus berupaya menunjukkan perkembangan positif dalam pengelolaan pendidikan.

Aktivitas pembelajaran yang berjalan tertib, lingkungan sekolah yang semakin tertata, serta konsistensi dalam pembinaan siswa menjadikan sekolah ini tetap dipercaya masyarakat sebagai salah satu pilihan utama pendidikan tingkat pertama di Wakatobi.

Pembenahan dilakukan tidak hanya pada aspek fisik sekolah, tetapi juga pada sistem pengelolaan dan pembinaan karakter peserta didik.

Penataan lingkungan, penguatan sarana pembelajaran, serta penerapan tata tertib yang konsisten menjadi bagian dari upaya menciptakan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Kepala SMPN 1 Wangi-Wangi, La Ode Mahadulah, menyampaikan bahwa sekolah harus mampu menjadi ruang pendidikan yang membentuk sikap, kebiasaan, dan tanggung jawab siswa, bukan sekadar tempat transfer ilmu pengetahuan. Karena itu, aturan sekolah diterapkan secara tegas namun tetap mengedepankan pembinaan.

Baca Juga: Sosok Wanita Berhijab Hitam dalam Video Sok Imut yang Viral Dicari, Dikaitkan dengan Link Andini Permata

“Sekolah ini harus aman dan tertib. Disiplin itu bukan untuk menekan, tetapi untuk membentuk karakter dan rasa tanggung jawab anak-anak,” ujarnya saat ditemui telisik.id, Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, perubahan yang dilakukan di sekolah tidak bisa bersifat parsial, melainkan harus menyentuh sistem secara menyeluruh.

Menurutnya, sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu membangun kebiasaan positif secara berkelanjutan.

“Kalau sekolah hanya bagus bangunannya tapi tidak tertib, itu tidak ada artinya. Yang kami bangun adalah sistem dan kebiasaan, supaya semua berjalan searah,” katanya.

Sejumlah fasilitas pendukung pembelajaran terus dioptimalkan, mulai dari ruang laboratorium hingga ruang keterampilan.

Lingkungan sekolah yang sebelumnya kurang tertata kini dibuat lebih asri dan fungsional. Ke depan, sekolah juga merencanakan penguatan unit pendukung pembelajaran seperti koperasi sekolah sebagai bagian dari pendidikan kemandirian siswa.

Upaya pembenahan tersebut, kata Mahadulah, berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat.

Pada tahun 2025, SMPN 1 Wangi-Wangi tercatat menjadi lokasi studi tiru bagi Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan sekolah, pembinaan disiplin, serta pelaksanaan program-program pendidikan sekolah.

Di sisi lain, Mahadulah menyatakan bangga karena prestasi siswa juga menunjukkan tren positif.

Sepanjang 2025, SMPN 1 Wangi-Wangi mencatat berbagai capaian di tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Sejumlah siswa dipercaya mewakili daerah dalam ajang kompetisi di luar daerah, termasuk pada tingkat nasional.

Menurut Mahadulah, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dijalankan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah.

Baca Juga: Kekeringan Sawah di Labulu-Bulu Muna Teratasi, BWS Perbaiki Irigasi yang Bocor

“Prestasi itu bukan sesuatu yang datang tiba-tiba. Kalau prosesnya benar, disiplin dijaga, dan semua bergerak, hasilnya akan mengikuti,” tegasnya.

Salah satu orang tua siswa, DA, mengaku merasakan perubahan nyata pada lingkungan dan pola pembinaan di SMPN 1 Wangi-Wangi. Ia menilai kedisiplinan dan ketertiban sekolah memberikan dampak positif terhadap perkembangan anaknya.

“Sebagai orang tua, saya merasa lebih tenang. Anak-anak lebih terarah, lingkungan sekolah juga bersih dan tertib. Perubahannya terasa, bukan hanya dari bangunannya, tapi dari sikap anak-anak,” ujar DA.

Pihak sekolah menegaskan bahwa prestasi dan kepercayaan publik bukanlah tujuan akhir, melainkan hasil dari proses pendidikan yang dijalankan secara konsisten.

“Kalau prosesnya berjalan baik, hasil itu akan datang dengan sendirinya,” pungkas Mahadulah (B).

Penulis : Zulkifli Herman Tumangka

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga