Camat Wadaga Muna Barat Gagas Gerakan Sayang Anak Cegah Kekerasan hingga Narkoba

Aldin

Reporter

Kamis, 09 April 2026  /  9:33 pm

Camat Wadaga, Kabupaten Muna Barat, Zailin. Foto: Aldin/Telisik

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Pemerintah Kecamatan Wadaga, Kabupaten Muna Barat (Mubar), terus berupaya mewujudkan Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Muna Barat dengan meluncurkan program Gerakan Sayang Anak untuk menyiapkan generasi yang baik.

Camat Wadaga, Zailin, mengatakan Gerakan Sayang Anak ini sebagai inisiatif dalam meningkatkan kerja sama dan kesadaran serta kepedulian terhadap anak-anak di Kecamatan Wadaga.

"Kami sudah konsolidasikan kepada beberapa pihak, termasuk Kapolsek Lawa, dan alhamdulillah gerakan ini sangat diapresiasi oleh bapak kapolsek dan jajarannya," ungkap Zailin kepada telisik.id, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Pemkab Muna Pamerkan Produk UMKM dan Bupati Ikut Lomba Nyanyi di HUT ke-62 Sultra

Menurutnya, program ini hadir sebagai respons terhadap tantangan perkembangan zaman, khususnya di era teknologi yang semakin pesat, yang berdampak pada pola pergaulan anak-anak yang kian sulit dikontrol.

Zailin mengatakan, peran keluarga sebagai lembaga pendidikan informal utama dalam pembentukan karakter anak, saat ini mulai melemah.

"Oleh karena itu, kami mencoba membangkitkan kembali semangat kebersamaan lewat kerja sama semua pihak, mulai dari kapolsek, pemerintah kecamatan, kepala sekolah, kepala desa, tokoh-tokoh masyarakat, serta tokoh-tokoh adat," katanya.

Kerja sama yang dijalin, kata Zailin, sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan anak-anak.

Baca Juga: Jadwal Kapal Pelni Periode April 2026 dari Pelabuhan Murhum Baubau

Gerakan Sayang Anak akan melibatkan patroli pada jam-jam tertentu, terutama saat jam belajar. Langkah ini bertujuan untuk mengawasi aktivitas pelajar di luar sekolah dan mencegah tindakan negatif seperti bolos sekolah.

"Sekolah pasti kontrolnya terbatas, ketika mereka melakukan bolos diluar jam belajar maka kontrol itu harus ada di kalangan masyarakat, mengingat tanggung jawab pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah tapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak kepolisian," ucapnya.

Patroli nantinya diharapkan mampu mencegah berbagai potensi masalah, seperti kekerasan fisik, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan obat-obatan terlarang yang kerap menyasar anak-anak sebagai target. (C)

Penulis: Aldin

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS