SMA Negeri 2 Kendari Libatkan Orang Tua Sukseskan MPLS Ramah 2026

Erni Yanti

Reporter

Senin, 06 Juli 2026  /  10:29 pm

Kepala SMA Negeri 2 Kendari, Nur Aida, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (6/7/2026). Foto: Erni Yanti/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID -  Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kendari menggelar sosialisasi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) kepada orang tua peserta didik baru sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam dua sesi dan mendapat sambutan antusias dari para wali murid.

Kepala SMA Negeri 2 Kendari, Nur Aida, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS bukan sekadar memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal membangun karakter peserta didik baru melalui kolaborasi antara sekolah dan orang tua.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, melainkan juga dukungan dari keluarga dalam membiasakan kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai-nilai positif sejak hari pertama masuk sekolah.

Baca Juga: DPRD Sultra Tolak Aturan Baru BPOM 2026, Khawatir Bahan Baku Sabu Dijual Bebas di Ritel Modern

Ketua Panitia MPLS SMA Negeri 2 Kendari Suyadi mengatakan, sosialisasi digelar secara tatap muka agar orang tua memahami konsep dan pelaksanaan MPLS Ramah yang akan diterapkan di sekolah.

"Alhamdulillah, hari ini kami sudah mengadakan sosialisasi kepada orang tua. Kami membagi kegiatan menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti hampir 100 orang tua di ruang guru, kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan jumlah peserta yang hampir sama. Bagi yang belum sempat mengikuti, kami tetap memberikan penjelasan secara langsung," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Suyadi menjelaskan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang MPLS Ramah.

Melalui sosialisasi tersebut, sekolah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan harus berlangsung tanpa kekerasan serta mengedepankan suasana yang aman, nyaman, menyenangkan, dan membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, keterlibatan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan MPLS. Kerja sama tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan positif bagi siswa, mulai dari disiplin bangun pagi hingga mengikuti seluruh aktivitas sekolah dengan baik.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik dijadwalkan hadir di sekolah mulai pukul 06.30 Wita, sedangkan kegiatan berakhir sekitar pukul 13.00 Wita setelah melaksanakan salat berjamaah.

Ketua panitia berharap melalui MPLS Ramah, peserta didik baru dapat menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi tempat untuk mengembangkan karakter dan kebiasaan hidup positif.

"Kami berharap anak-anak menganggap sekolah sebagai rumah kedua. Mereka datang bukan sekadar mengikuti pembelajaran, tetapi juga membangun karakter dan membiasakan pola hidup yang ramah, aman, nyaman, dan menyenangkan," katanya. 

Baca Juga: Raperda APBD 2025 Disepakati 7 Fraksi, Pemkot Kendari Terus Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan

Suyadi mengatakan, Respons orang tua terhadap kegiatan sosialisasi sangat positif. Beberapa wali murid menyampaikan apresiasi karena kegiatan itu memberikan gambaran jelas mengenai pola pembinaan yang akan diterapkan kepada peserta didik baru.

Selain itu, sekolah juga memperkenalkan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang akan diterapkan selama proses pembelajaran.

Orang tua menyatakan siap bekerja sama dengan sekolah agar kebiasaan tersebut dapat diterapkan secara konsisten, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Hampir seluruh orang tua peserta didik baru hadir dalam sosialisasi tersebut. Sementara wali murid yang berhalangan hadir diwakili oleh anggota keluarga, seperti kakak atau kerabat, sehingga informasi mengenai pelaksanaan MPLS tetap dapat diterima dengan baik. (B-Adv)

Penulis: Erni Yanti

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS